Kamis, 22 Mei 2014

Paradise Night At Khaosan Road Thailand

Setelah seharian penuh menyusuri sisa sisa kerajaan tua di Ayutthaya, *yang belum baca ceritanya baca di sini yaa Ayutthaya Historical Place Of Thailand ,tenaga sudah mulai terkuras, perut juga sudah keroncongan meminta untuk di isi, melirik lirik sekitaran food court di stasiun Hua Lampoung rasanya sulit menemuka makanan yang halal karena semua counter mayoritas menjual pork (Babi.Red).

Berjalan mnuju pintu keluar stasiun alangkah senangnya hati kita melihat sebuah pintu kaca yang bergambar bapak tua yang memakai kacamata, sebuah counter makanan yang tidak asing di mata kita, KFC ayeee melihat icon menu ayam crispy nya perut kita pasti akan bisa menerima menu yang disajikannya, namun setelah memesan di kasir gue langsung menelan air liur gue kembali setelah si mbak mbak kasir bilang *Crispy Chicken Finish* dan hanya ada menu makanan lokal saja. tapi yaa mau g mau kita harus mengisi perut kita dan mengharuskan mencoba menu makanan di sini,  gpp lah yang penting halal.

Menu Makanan KFC
Dan Lagi lagi lidah kita tidak cocok dengan masakan ini, terasa aneh di lidah, gue hanya menghabiskan nasi dan potongan ayamnya saja.

Jam sudah menunjukkan angka 17.00 waktunya kita balik ke hotel dan menuju ke destinasi kita selanjutnya Khaosan Road sebelum kemalaman karena kita masih harus mencari penginapan karena belum booking sebelumnya.

Sesampainya di hotel dengan senyuman manis nya 2 mbak mbak yang punya hoyel menyambut kita. yaiii sedikit mengurangi rasa capek gue melihat senyuman mbak mbaknya. karena semua barang kita sudah terpacking dengan rapi sebelum kita berangkat k ayutthaya, kita tinggal mengambil barang barang bawaan dan segera cek out dari hotel. setelah cek out eh kita di ajakin mbak mbaknya foto bareng buat dokumentasi hotel karena memang hotel ini masih seminggu buka dan kita customer yang ke 6 mereka.

Cakep kan si mbak pemilik hotelnya
Sambil keluar hotel kita bertanya tanya transportasi yang bisa kita gunakan untuk ke khaosan road, si mbak meekomendasikan untuk ke sana dan tarifnya pun tidak sampai 100baht (+/- 35rb) karena kalau bus umum akan sangat sulit bagi kita karena akan beberapa kali ganti nomer bus. akhirnya kita sepakat buat menggunakan taxi dan meminta tolong mbak nya untuk mencarikan 2 taxi, si mbaknya bilang *Why should two taxis, a taxi alone could*..dalam hati berkata  waduhhh emang muat, melihat body si topan aja segitu.okeh fix di coba ajaa sekalian ngirit budget transport juga.ternyata muat juga itu taxi kita isi ber 6 ,,lo bayangin deh sebuah taksi sedan kayak di indonesia di isi orang 6 gimana pose duduk kita kita *LOL..

Tidak lebih dari 20 menit ternyata kita sudah sampai di Khaosan Road dan argo taxi menunjukkan angka 63baht atau sekitar 24rb, karena nantinya akan sharing cost biaya utk taxi ini adalah 4rb per orang wowww naik taxi cuma 4rb. wkwkwkwk,,ya namanya juga Backpacker yaa harus bisa cari yang murah donk.

Sore itu sudah mulai terlihat keramaian yang akan di sajikan di khaosan road, sudah jam 6 sore tapi langit masih cerah di sana, orang orang sudah mulai membuka lapak nya masing masing.5 menit berjalan menyusuri Khaosan Road mata gue semakin melek melihat pemandangan yang di sajikan di sini.

Ini masih sore loh, masih pemanasan
Awokk awokk lebih seru dari goyang YKS, semakin tidak sabar gue menunggu atraksi malam di Khaosan Road. Eittsss mata jangan meleng duluu kita harus mencari penginapan untuk tidur malam ini, Terus berjalan bertanya 1 hotel ke hotel lain akhirnya menemukan 1 hotel yang masih tersedia kamar, 10 menit dengan berjalan kaki dari khaosan road dan lumayan nyaman bagi kita,Hotel Happio 950baht (+/- 300rb) perkamar untuk ber 3 dengan fasilitas double bed deluxe, AC, Kamar mandi dalam, Shower hot water, dan free wi fi pastinya.

Sambil mengantri mandi, gue manfaatin buat merebahkan body sejenak melepas kelelahan hari itu, Malam sudah menjemput semua personil sudah selesai mandi dan pastinya sudah cakep. waktunya kita mulai menikmati dunia malam di Khaosan Road.

Khaosan Road dalah sebuah jalan yang panjangnya kurang lebih 500 meter tempat berkumpulnya para pelancong dari seluruh dunia dan apapun bisa di jual di situ asal jangan sampai jual diri yakk.

Suasana Malam at Khaosan Road

Maafkan anak mu mama, malam ini anak mu khilaf, ciaciaciacia....
Di sini memang surga dunia malam bagi para pelancong kayak gue ini, terus melangkahkan kaki toleh ke kanan dan ke kiri, hmmmm asikk asiikk josshh.

Narsis dikit berooo
Ini jalan memang agak mirip sama kuta di bali, bedanya kalo di kuta masih ada kendaraan mobil atau motor yang berlalu lalang, di sini dari ujung ke ujung jalan hanya penuh sesak dengan orang, mau makan?? banyak lapak makanan yang murah sampai resto yang mahal ada disini, mau belanja?? banyak PKL yang tentunya murah dan distro barang branded yang harganya selangit pun ada, atau hanya ingin memanjakan mata seperti gue tentunya bangak pemandangan yang nggemesin dan pastinya bikin melek mata *tapi jangan sampek meneteskan liur yaa kayak Chu pat kay*

Baru beberapa menit berjalan gue dan teman teman tertarik sama salah satu pedagang gorengan yang ada di situ, Whats Gorengan?? tunggu dulu broo di sini gorengannya beda, menu gorengan disini sangat tidak lazim untuk di makan. menu yang tersedia di sini ada gorengan belalang, kecoak, ulat sagu, kalajengking dan kelabang crispy..pokoknya berbagai macam gorengan serangga ada di sini.

Ni Menu Gorengannya
Rasa jijik, gilo dan penasaran mencoba pun bertarung dalam benak gue dan teman teman, akhirnya pertarungan ini di menangkan oleh rasa penasaran kita untuk mencobanya, kita akhirnya sepakat untuk membeli 4 macam gorengan serangga ini seharga 150baht (Belalang,kecoa,ulat sagu  dan kalajengking)

Yang gue coba pertama kali adalah belalang, krenyess yummyyy enak juga,sebelumnya memang sudah pernah makan belalang di rumah jadi yaa ngak kaget dengan rasanya, serangga kedua ulat sagu pun gue lahap,,hmmmm gurihh seperti kacang atom :), yang terakhir kalajengking ihhh gigitan pertama crispy banget rasanya..

Crispy Nya Ngalahin Ayamnya KFC

 Puas dengan rasa gorengan gorengan tadi kita lanjutkan petualangan malam kita, semakin berjalan lebih jauh terdengar suara sound memenuh telinga kita karena banyaknya pup di area ini dan saling memutar keras keras musik mereka, kepala dan kaki pun rasanya pengen ikut bergoyang.

Ada yang goyang Oplosan juga loh..
Di saat teman teman sudah merasakan lapar dan mau mencari makan di Mc Donald gue lebih memilih untuk ke sebuah pup untuk membeli beer yang terlihat sangat segar di tenggorokan dan berpisah sementara dengan teman teman.

Hmmmm......

Pemandangan pertama saat masuk di tempat ini benar benar memanjakan pengunjung nya, 2 botol bir dan sebungkus rokok sudah cukup untuk menikmati malam ini dengan stay seloww. walaupun sendirian masih bisa menikmati surga dunia malam ini.

Tak terasa tinggal satu tegukan terakhir dan waktu sudah menunjukkan angka jam 2 malam, jam segitu memang masih ramai di tempat itu tapi gue harus balik ke hotel buat mengistirahatkan tubuh karena masih ada 2 hari lagi di thailand dan scadule masih padat sehingga akas sangat menguras tenaga buat menjelajah negeri gajah putih ini.

Good night everybody waktunya tidur ganteng malam ini,,,Next gue dan teman teman akan city tour di kota Bangkok, nantikan ceritanya di part selanjutnya.

Sabtu, 17 Mei 2014

Ayutthaya Historical Place Of Thailand

*TRAVELING* Yups itulah yang mendominasi pengeluaran terbesar gue sampai saat ini, bukan untuk biaya kost,biaya makan,biaya kredit motor ataupun biaya untuk anak istri #Uppss yang terakhir itu pasti enggak dong broo karena gue masi perjaka kinyis kinyis,,

Di saat orang orang di sekeliling gue pada rebutan pamer motor barunya, motor sport nya atau odong odongnya lah, menyisihkan sebagian penghasilan mereka untuk kredit barang barang itu,gue sih RAURUS, gue sih masih selow dengan sih matic putih gue yang setia nganterin dan nungguin gue di terminal,setasiun ataupun bandara. alasannya sih simple #motor baru nantinya pasti akan jadi besi tua tapi cerita traveling akan bisa awet sampai anak cucu kita.


Melanjutkan cerita gue ubek ubek negri Thailand Di hari Pertama, Di hari ke 2 ini gue mau explore AYUTTHAYA sebuah kota tua di thailand bekas reruntuhan sebuah kerajaan tua di Negri gajah putih ini.

Pukul 05.30 gue udah terbangun dari tidur karena alarm hp gue yang berisik, segera gue beranjak dari tempat tidur untuk mandi dan bersiap siap untuk melanjutkan petualangan kita ke Ayutthaya karena kita mau pakai kereta yang paling pagi untuk ke Ayutthaya.

Pukul 06.15 kita beranjak keluar dari hotel dengan berjalan kaki menuju Stasiun Hua Lamphong yang hanya membutuhkan waktu 10 menit saja, seperti halnya di Surabaya pagi itu di sepanjang jalan di penuhi orang yang akan mau berangkat sekolah dan ke kantor tapi bedanya di sini di dominasi sama orang yang berjalan di trotoar dan menunggu angkutan di halte bus --> kalau di surabaya pasti penuh dengan motor bukan??

Hua Lamphong Railway Station

Hua Lamphong adalah stasiun besar di kota Bangkok yang menghubungkan antar kota di Thailand. Seperti hal nya stasiun kota di Jakarta setasiun ini memiliki arsitektur bangunan tua. Sampai di stasiun kita menuju loket untuk membeli tiket untuk ke Ayutthaya, Tiket seharga 20 Bhat atau sekitar 7rb kalau dlm rupiah akhirnya kita dapatkan.

Loket dan ticket to Ayutthaya
Yang namanya stasiun besar pasti banyak line/jalur rel dan kereta yang akan berangkat, agar tidak salah naik kereta niat hati Maya mau menanyakan kepada si bapak security untuk kereta yang akan kita tumpangi di jalur nomer berapa, Eh,,si bapak security tadi ngajak lari larian menuju ke satu kereta karena kereta ini mau berangkat, info yang kita dapat di internet sih kereta pertama jam 07.00 lah setelah lihat tiket kita lah kok jam 06.40  dan benar saja belum ada semenit kita masuk di dalam kereta dan masih mencari cari tempat duduk kereta sudah berangkat, benar benar baik sekali bapak security tadi coba kita tidak tanya dan dia tidak ngajak kita lari larian, pasti kita bakalan ketinggalan kereta dan merelakan tiket kita tadi angus.

Kereta menuju Ayutthaya

 Sekilas tidak ada perbedaan dengan kereta kereta yang ada di indonesia yang sama memakai rel untuk jalurnya #ahahahaha , apalagi setelah masuk di dalamnya banyak pedagang asongan yang lalu lalang di dalam gerbong, masih mending di indonesia sih sekarang udah nggak ada pedagang asongan di dalam gerbong.

Interior di dalam kereta
Cukup lumayan memang interior kereta ini, kereta seharga 7rb fasilitas kursinya hampir sama dengan kereta exekutif yang ada di indonesia cuma yang ini memakai kipas bukan AC, Karena Stasiun Hua Lamphong adalah stasiun pertama jadi banyak tempat duduk yang kosong, satu persatu kita mendapatkan tempat duduk masing masing dan mulai mengistirahatkan diri karena mata sudah mulai mengantuk lagi.

1,2,3 stasiun kami lewati, banyak penumpang naik turun seperti angkutan umum pada normalnya, satu persatu orang mengusir kita dari tempat duduk karena mereka mempunyai tiket dengan nomer seat yang kita duduki, hingga ada pemeriksaan tiket oleh petugas kereta, si petugas ini ngomel ngomel setelah melihat tiket kita yang ternyata tiket tanpa tempat duduk melainkan tiket berdiri seperti halnya sistem KAI di indonesia 3 thn yang lalu, walaupun si petugas ngomal ngomel seperti apa yaa kita tetap ajaa senyum senyum karena kita memang nggak ngerti bahasa lokal Thailand.

Tidak hanya di Indonesia kereta yang suka telat dari jadwal, ternyata di thailand pun keretanya telat dari jadwal juga malah lebih parah, di jadwal cuma 2 jam perjalanan lah kok real nya 3 jam baru nyampek Ayutthaya.

Welcome To Ayutthaya

Setelah hampir tiga jam sampai juga kami di stasiun ayutthaya, plang tulisan Ayutthaya Station dan tulisan dalam bahasa thai terpampang menggelantung di atas atapnya. Dan sebuah plang lain yang menurut gue bagus untuk kampanye penggunaan moda transportasi umum yang berisi secara terjemahan bahasa indonesia kurang lebih berbunyi "Bepergian dengan kereta itu lebih nyaman, aman, murah dan menyenangkan". Menginjakkan kaki di stasiun ini aku merasa seperti hawa di kota Surabaya, benar-benar panas menyengat, suhu sekitar 38 derajat celcius. Rombongan kita pun segera dikerubungi para penjaja jasa tuk-tuk, tak begitu banyak sebenarnya mungkin karena bukan weekend, sekitar 10 orang saja yang berlalu-lalang mengerubuti para turis yang berdatangan turun dari kereta...#Eh kita di sini adalah turis loh :)

Sebuah map besar terpajang di sebuah mading yang menampakkan lokasi-lokasi destinasi wisata, dan gue segera melihat-lihat kira-kira kemana arah destinasi kami selanjutnya. Tak berselang kami didatangi seorang tinggi besar tapi ramah, sambil menjelaskan lokasi-lokasi destinasi dia menawarkan tuk-tuknya, awalnya menawarkan 1800 THB untuk keliling dengan lima destinasi, tawar-menawarpun terjadi dan deal di angka 1500 THB. Namanya Niki Jacob -kedengeran telingaku seperti itu- kami sepakat memanggilnya mister jacob saja.

Tuk Tuk
 Tujuan pertama kami tak lain dan tak bukan adalah warung makan, karena sejak pagi kami belum sarapan, padahal jam sudah menunjukkan angka 10. Kami minta diantar ke warung muslim, dan tak berselang 10 menit sampailah di warung muslim, entah apa namanya gue lupa, bahkan lupa memfoto bagian depannya. Sambutan pertama yang kami terima adalah ucapan "Assalamualaikum", tentu saja pemiliknya tahu kalau kami muslim karena para ladies memakai jilbab. Menu yang cukup beragam dengan pilihan menu berat mie atau nasi dan lauk-pauk yang beragam pula. Ayam dan tahu pilihanku dengan sayur semacam capcay entah apa namanya, Minum es lemon tea, yang ternyata es teh disini seperti teh tarik yang biasa kita temui di tanah air, yakni teh dengan campuran susu dan makanan thailand pertama kita ini masih terasa aneh di lidah dan perut masih susah untuk mencernanya, pokoknya perut ini terganjal . 70 THB per porsi sudah termasuk minumnya, yah lumayan lah.

Menu Dan Makanan Thai



# Destinasi Pertama Wat Chaiwatthanaram



 Perjalanan berikutnya adalah "Wat Chaiwatthanaram", tiket masuk 50 THB. Sebuah reruntuhan wat  yang dibangun sekitar abad 15, wat ini dibangun dengan batu bata merah, dan memang umumnya bangunan setelah abad 10 dibangun dengan batu bata merah, tidak seperti bangunan sebelum abad 10 yang biasanya dibangun dengan batuan andesit, mungkin memang sejak abad itu baru ditemukan batu bata merah di wilayah ini dan hampir di seluruh wilayah semenanjung malaka termasuk indonesia. Hal ini mengingatkan gue pada candi-candi peninggalan kerajaan Majapahit. Yang berbeda mungkin bahwa bangunan wat di sini adalah peninggalan pemeluk agama budha, sedangkan candi-candi Majapahit dibangun oleh pemeluk agama hindu. Di sekitar bangunan wat ini banyak ditemui patung-patung budha yang sedang meditasi, beberapa bagian tubuhnya sudah tak utuh lagi. Setelah puas berkeliling dan berfoto ria di wat ini kami menuju lokasi berikutnya.


# Destinasi Kedua Wat Lokayashuttha


"Wat Lokaya sutha", itulah namanya. Sebuah komplek wat yang cukup luas bahkan lebih luas daripada wat yang pertama kami kunjungi. Di sini terdapat patung budha raksasa yang sedang berbaring berselimut kain kuning. Ada beberapa penjual bunga yang umumnya dipakai untuk sembahyang para pengunjung. Tak banyak catatan sejarahnya dari plang yang gue baca dan emang gue nggak ngerti tulisan thai #Ngookk. Untuk masuk ke lokasi ini free, alias gratis.


Destinasi Ketiga Wat Thammikarat



Wat berikutnya adalah Wat thammikarat, sebuah wat yang banyak dikelilingi patung-patung ayam jago yang besar-besar, bahkan besarnya  bisa setinggi orang dewasa. Sepertinya patung-patung ayam jago ini adalah bangunan baru yang ditambahkan. Cukup unik memang, di banyak wat tidak ditemukan yang demikian. Entah apa maksudnya, karena tak ada catatan yang bisa aku baca, dan tidak ada guide juga di sini. Di sini juga ditemukan patung-patung singa yang mengelilingi wat seakan sebagai penjaganya, nah bangunan ini terlihat memang kuno bukan baru seperti patung ayam jago, bahkan banyak yang sudah rusak. Wat ini masih dipakai tempat sembahyang meski nampak sepi. Dan untuk masuk tanpa dipungut biaya sepeserpun.

# Destinasi Keempat Wat Maha That



Wat inilah yang paling terkenal di ayutthaya, karena ada sebuah patung kepala budha yang terjepit di antara akar pohon besar yang usianya sudah ratusan tahun.
Untuk berpose di dekat patung ini tidak boleh berdiri, harus jongkok untuk menghormatinya, begitulah  peraturannya. Di lihat dari sisa reruntuhan komplek ayutthaya, Wat maha that lah yang sepertinya paling besar bangunannya. Konon dahulu komplek wat ini adalah bekas kerajaan ayutthaya yang berdiri pada abad 14 dan hancur pada abad 18 karena serangan kerjaan kamboja, seluruh bangunannya terbakar habis. Jadi tinggallah sisa-sisa wat yang lapisan dindingnya terkelupas sehingga nampak batu bata merah penyusunnya, juga beberapa bangunan seperti tiang sudah tinggal sepenggalan orang dewasa dan ada juga sebuah tembok yang hampir roboh jika disangga beton cor penyangga. Untuk masuk ke lokasi ini ada karcis yang harus ditebus sebesar 50 THB.

# Destinasi Kelima Phra Mongkhon Bhopit



Phra Mongkhon Bhopit adalah sebuah kuil budha yang didalamnya terdapat salah satu patung budha terbesar di Thailand. Jika umumnya patung budha di Thailand dalam pose tidur, di sini dalam pose sedang meditasi.  Sebelum masuk ke komplek kami melewati gang penjual kaki lima, dan jangan kaget di sini lumayan banyak yang muslim dibanding di daerah Bangkok, beberapa kali kami disapa salam oleh penjual muslim yang juga berjilbab. Cukup murah barang-barang yang dijajakan, tapi kami tak belanja apapun, karena rencana belanja harus kami rem sampai nanti di pasar jatujak.
 

# Destinasi Terakhir Ayutthaya Floating Market


Destinasi terakhir kami di Ayuttahaya adalah floating market. Sebuah pasar yang ada di sekitaran sungai yang mengalir di Ayutthaya. Cukup beragam barang-barang yang dijajakan, dari yang sekedar oleh-oleh gantungan kunci, kaos, baju dan berbagai makanan dan cemilan. Karena tergiur sebuah model kaos, akupun tergiur membeli sebuah kaos seharga 150 THB. Puas kami berkeliling wisata Ayutthaya, kami harus segera kembali ke tuk-tuk, jam sudah menunjukkan pukul 14.00 WIB. Ah, waktu sholat dhuhur, kami bertanya mister jacob dimana masjid berada, sempat bingung juga, karena memang dia bukan seorang muslim. Akhirnya setelah Maya membawa sebuah peta dan menunjukkan sebuah gambar masjid, barulah dia paham. Akan tetapi katanya terlalu jauh tempatnya, di luar wilayah wisata ayutthaya, dia tidak mau mengantar. Juga memang batas waktu yang ditentukan juga sudah habis.

Kudune Nengdi Ikiii
Akhirnya kita kembali saja ke stasiun, dan jadwal terdekat dari ayutthaya ke Hua Lamphong adalah jam 15.30. Kami berencana pesan tiket dulu, baru kemudian mungkin sholat di stasiun meminta ijin tempat pada petugas. Koran yang dibaca mister jacob kami minta, kami bilang sebagai oleh-oleh, padahal untuk alas sholat. Setelah kami wudhu kami ke bagian information untuk meminta tempat, entah di bagian mana asal cukup untuk sujudlah. Awalnya aku berpikir, jangan-jangan tidak boleh seperti umumnya negara-negara non muslim yang masih islamphobia. Tapi di luar dugaan, justru kepala stasiun menyediakan ruangannya yang ber-AC untuk bisa kami tempati sholat dhuhur sekaligus ashar yang dijamak.  Terimakasih Pak Kepala Stasiun. Oiya, untuk masuk ke toilet kami harus sedia recehan 3 THB untuk sekali masuk. Sedikit terkejutlah kami melihat toiletnya, begitu bersih dan wangi, juga untuk biliknya terasa luas, sangat berbanding terbalik dengan toilet-toliet umum yang ada di negeri kita.

Dengan berat hati kami harus meninggalkan kota Ayutthaya yang penuh dengan sejarah ini untuk kembali lagi ke Bangkok dan menuju destinasi destinasi kita yang lain, Good bye Ayutthaya,,semoga di lain waktu gue masih di kasih kesempatan untuk menyambangi kota ini lagi.

Yeaahh bersambung dulu yak cerita gue di Ayutthaya kali ini, tunggu cerita gue di destinasi selanjutnya di Bangkok,,See you bye bye


Selasa, 15 April 2014

Thailand Negeri Sangsekerta

Tuhan selalu dekat dengan kaum Backpacker
Tuhan selalu menolong kaum Backpacker
Tuhan selalu memberi jalan kaum Backpacker
Tuhan selalu mengabulkan doa doa kaum Backpacker
Karena Tuhan selalu memberi kesempatan bagi kaum Backpacker untuk menikmati dan memelihara keindahan ciptaannya


Dulu bagi gue traveling ke tempat tempat yang keren dan kece mungkin hanya bisa di nikmati di balik layar kaca televisi atau mungkin hanya dalam mimpi. karena bagi gue dulu dan mungkin bagi sebagian besar orang,traveling membutuhkan banyak uang dan hanya bisa di nikmati orang orang yang berkantong tebal.

Dan sekarang saatnya Mindset seperti itu yang terlalu mainstream harus di ubah, karena traveling memang TIDAK HARUS punya kantong yang tebal. Banyak teman yang bertanya KOK BISAA???
Yaaa buktinya bisa, la wong gue aja yang basic nya hanya karyawan biasa dengan gaji yang paspasan buat makan saja bisa di kasih kesempatan untuk sedikit menikmati keindahan ciptaan Tuhan dari 1 kota ke kota lain, dari 1 pulau ke pulau lain dan dari 1 negara ke negara yang lain. Asik bukann!!!!

Pengen tau caranya?? coba deh kalian tanyakan caranya pada Mbah Google dengan mengetik keyword "TRAVELING MURAH / TRAVELING HEMAT" Pasti ada banyak muncul kata BACKPACKER di situ, Itulah kenapa gue banyak menulis kata Backpacker di atas, kenapa banyak menyebut nama tuhan juga di atas??? Karena tanpa ridho tuhan kita gak bakalan bisa berangkat dan menikmati keindahan ciptaan NYA.

Kenapa harus dengan Backpacker dan apa sih Backpacker itu?? gak ada orang yang bisa mengartikan Backpacker itu apa, Tapi yang jelas dengan cara Backpacker gue bisa ber traveling murah dan hemat.
Banyak orang bilang kalo para Backpacker itu ngirit, menurut gue bukan ngirit tapi harus handle budget.
Banyak orang bilang kalo para Backpacker itu nggembel, menurut gue bukan nggembel tapi harus bisa membaur dengan lingkungan. Sedikit keluar dari zona nyaman kita dan lo akan tau dunia luar itu seperti apa!!!!

Ahh gak usah banyak Bacot gue,langsung ajaa ke cerita inti nya, Kalau lo masih pengen tau searching ajaa sendiri dan coba, pasti anda akan ketagihan.

Okeh,,Lama juga gue udah gak share cerita pengalaman tentang trip gue,karena sedikit kesibukan gue, Kali ini mencoba lagi untuk menuliskan sedikit celotehan cerita trip gue.

Foto By Ian Juve
Di awal tahun ini tepatnya di bulan Februari ada salah satu maskapai yang berbaik hati buka promo yang membuat mata jadi melek, coba aja lo bayangin untuk tiket SURABAYA - BANGKOK dia buka harga IDR 575rb PP, siapa yang gak tergiur sih melihat tiket PP ke luar negri dengan harga segitu,

Keinginan untuk booking itu tiket membuat gue gak bisa tidur malam itu, tapi karena gue memang belum pernah ke LN dan kemampuan berbahasa asing gue yang pas pasasan, sepertinya gue gak mungkin untuk pergi sendiri, tanpa berfikir panjang gue langsung share di beberapa socmed gue untuk cari barengan. Ternyata tuhan mengabulkan doa gue, akhirnya terkumpullah 6 orang teman satu komunitas yang juga naksir sama itu tiket.

Kita langsung aja booking itu tiket sebelum kehabisan, dan tuhan memang menyayangi kita para Backpacker tiket SBY-BKK dengan tanggal 09-12 April 2014 pun berhasil kita dapatkan dengan harga yang pastinya buat orang ngiri.

Foto By Ian Juve
Setelah 2 bulan menunggu datang juga tanggal 09 April yang gue tunggu tunggu,bertepatan dengan pemilu legistatif di indonesia, di tanggal tersebut juga untuk pertama kalinya gue menginjakkan kaki di tanah selain Negara Indonesia.


Rabu, 09 April 2014

Pagi pagi gue sudah harus bangun dari tidur untuk menyiapkan segala sesuatu perbekalan untuk di bawah, tanpa terasa hari sudah beranjak siang, bergegaslah gue untuk makan,mandi sebelum berangkat ke airport. sebagai warga negara yang baik gue menyempatkan waktu untuk mencoblos dulu ke TPS di belakang rumah gue.

Cuaca siang itu memang sangat menyengat, dengan di antarkan adek gue membelah 3 kota (Gresik-Surabaya-Sidoarjo) untuk menuju bandara, tepat pukul 14.10 WIB gue sampai di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda.

Tampang Terminal 2 Bandara Internasional Juanda
Ini bandara memang baru di buka 1 bulan yang lalu, terlihat dari tampangnya masih bersih, mewah dan modern, setelah gw masuk kedalam bandara kesan mewah dan modern terpampang di depan mata, yaa pantas lah di miliki oleh sebuah kota yang telah meraih puluhan penghargaan seperti Surabaya ini.
Saking menikmatinya interior dari bandara ini dan mungkin kita sedikit tergesah gesah karena flight kita semakin mepet sampai lupa tak ada yang mengabadikan foto dari bandara ini.
Ini coba gue kasih sedikit gambaran foto dari interiornya yang gue copas dari web resminya Bandara Internasional Juanda.
 
Tepat pukul 16.20 WIB pesawat take off dari runway, sesuai jadwal pesawat akan menempuh 4 jam perjalanan, 4 jam di dalam pesawat itu bakalan membosankan, oiyaa setelah beberapa menit setelah pesawat take off kita di kasih selembaran kertas oleh awak kabin pesawat yang harus kita isi untuk pelengkap dokumen yang akan di kasihkan ke petugas imigrasi di bandara Bangkok nanti.

Nih yang harus di isi

Kali ini adalah flight terlama gue, dan benar saja terlalu lama di dalam pesawat adalah hal yang paling membosankan,tak ada air minum karena di juanda kena sita, tak bawa makanan juga, mau beli mahal, beberapa kali tidur, beberapa kali juga terbangun benar benar sangat membosankan beroooo apalagi view di luar jendela hanya gelap saja karena flight malam.


Setelah melihat gemerlap lampu malam kota bangkok dan sang pilot pun mengumumkan kalau 15 menit lagi pesawat akan landing senangnya dalam hati, pukul 20.25 pesawat landing sempurna di Bandara Internasional Don Muaeng Bangkok.

Terus kudu nengdi nek ngene??
Satu langkah keluar dari pesawat, terciptalah sejarah bagi diri gue untuk menginjakkan kaki pertama kali di Negeri orang, Begitu masuk gedung bandara view pertama kali yang menarik mata gue adalah tulisan yang membuat gue dan teman teman bener bener roaming. Semacam aksara jawa kalau di indonesia mungkin juga tulisan sangsekerta.
Berjalan menyusuri lorong dan mengikuti petunjuk karena di depan sudah di tunggu mbak mbak petugas imigrasi untuk periksa dokumen dan identitas kita. semakin keluar semakin gue roaming liat orang orang, Bahasanya cung,, bahasa inggris ajaa gue udah ngap ngapan, Apalagi dengarin bahasa mereka benar benar sangat susah untuk di cerna.

Jalan satu satunya yaa harus bertanya tanya di Tourist Information buat tanya transport untuk menuju hostel yang udah kita booking sebelumnya.
Oiya disini ada yang bagi bagiin simcard True Move salah satu operator seluler di Thailand dan FREE loh, tpi isinya hanya cukup buat 1 kali sms ke Indonesia jadi kalau lo mau pkek simcard ini selama di thailand lo harus top up lagi ini kartu. tapi kalau kita kita sih gak ambil, cari wi fi gratisan ajaa Hematt Bebzz...

Setelah bertanya tanya informasi transport yang kita butuhkan ada 4 pilihan
Kereta tapi kereta terakhir hanya sampai jam 8 sedangkan pada saat itu udah jam 9 (NO)
Bus kota tapi harus ganti bus beberapa kali untuk ke hotel (NO)
dengan pertimbangan udah malem dan kita masih belum tau kondisi kota dan pastinya roaming.
Taxi tapi maksimal hanya 4 orang dan harus pakek 2 taxi karena kita 6 orang, otomatis budget tambah bengkak (NO)
Sewa Mobil ini yang jadi pilihan terakhir kita (YES)
Agak mahal sih tapi kalau di bandingkan dengan sewa taxi lebih murah yang ini, untuk mengantarkan kita ke hostel harganya 1100Bath tapi melihat fasilitasnya sebanding lah eksekutif car karena memang di sini gak adapersewaan mobil semacam avanza.

Yaa semacam ginian lah mobilnya karena kemarn gak sempat foto



Next kita langsung menuju hostel yang berlabel loftel 22 yang sudah kita booking kemarin yang letaknya tidak jauh dari Hua Lamphong Station (Stasiun pusat kota Bangkok)

Nah setelah kita nyampek di Hua Lamphong Station pak sopir terlihat bingung, ternyata si pak sopir ini tidk tau dimana hostel yang kita tuju, beberapa kali tanya orang dan juga 4 kali berputar putar di jalan depan Station akhirnya ketemu juga itu Hostel, beruntung kita tadi tidak pilih naik bus, lak pak sopir yang asli orang Bangkok ajaa nyasar masih tanya tanya orang.

Loftel 22 Hostel yang letaknya di soi charoen krung 22 road tepat di sebelah Sevel, kesan pertama gue sih hotelnya kecil tapi bersih dan minimalis designnya. 2 cewek penjaganya cakep cakep lagi bikin gue betah ajaa, eh tapi setelah ngobrol ngobrol ternyata mereka 4 bersaudara yang punya hostel, yang 2 lagi shift pagi.

Saking lapernya sampek kamar kita langsung buka bekal nasi rendang alias Bontotan dari Surabaya, sedikit ngurangin budget makan, yaa lagi lagi Hemat Bebzz..

Ini Hostel bertarif 350Bath per person dengan tipe kamar mixed Dormitory,




Karena udah malam Yukk kita tidurr, masih ada 3 hari lagi kita di Thailand,
Jangan kemana mana yaa masih ada cerita perjalanan gue ke Ayutthaya di hari berikutnya, so jangan pindah chanel anda...!!!!


Minggu, 12 Mei 2013

Summit Of Rinjani Part #2

Mendaki gunung lewati lembah
Sungai mengalir indah ke Samudra
Bersama teman bertualang

Tempat yang jauh belum pernah terjamah
Suasana yang ramai di tengah kota
Slalu waspadalah kalau berjalan
Siap menolong orang dimana saja

Itulah secuil lirik lagu soundtrack film waktu kecil ku dulu,yaa sedikit banyak menggambarkan cerita perjalanan kita kali ini,

Puncak sudah menanti kita


Pagi sudah menyambut kita,,tidak lupa kita absen dulu kepada yang maha kuasa (Sholat subuh) dan berdoa supaya di beri kemudahan,kelancaran dan keselamatan dalam pendakian kita kali ini,.sehabis sholat di adakan pembagian Sembako logistik biar bawaan kita sama rata dan re packing ulang biar tidak memberatkan kita di tengah perjalanan.

Okay packing selesai,putra daerah lombok Belen dan leader kita Gus Zainal dengan sigap lapor ke pos perijinan,dengan membayar Rp 2500 kita sudah mengantongi tiket masuk TNGR,,

Tiket Masuk Kawasan TNGR



Masih Cake kan..?? @Gazebo Pos Perijinan



Packing sudah,Lapor sudah,,kayaknya ada satu lagi nih yang belum,,Sarapan,,hahaha
sebelum melakukan perjalanan panjang yang melelahkan g adil rasanya kalau tubuh kita ngak di beri energi,mulai melirik kanan kiri untuk mencari warung dan mata kita tertuju pada sebuai kedai makanan yang bernama Kedai Bamboe

Di depan Kedai Bamboe
Pintu Gerbang Pos Sembalun





Sebelum berangkat tidak lupa kita berdoa lagi supaya tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan,daaann Petualangan Di mulaiii
Oiyaa dari pintu gerbang ini kita masih naik pic up untuk menghemat waktu dan tenaga kita karena kita berangkat agak kesiangan sekitar pukul 09.00,,dengan merogoh kocek 15rb per orang kita di antarkan untuk menujuh ke titik awal tracking kita melewati beberapa perkebunan warga.30 menit berlalu kita di turunkan oleh pak sopir,dan dari sini kaki kita mulai di uji,


1000 langkah berawal dari 1 langkah







Di tengah teriknya matahari,dengan sejuknya hembusan angin pegunungan kami mulai melangkahkan kaki kita dengan 1 tujuan Puncak Anjani,puncak yang sudah di depan mata,bagi ku yang memang notabene pendaki pemula dan baru kali ini mendaki gunung,mengira puncak sudah terlihat dan serasa dekat,tapi kenyataannya yaaaa.....simak aja yeee ceritanya seberapa besar perjuanggan kita untuk berdiri di puncak depan sana..

30 menit berlalu kita di suguhi jalur track padang savana ratusan bahkan ribuan hektar yang membuat mata terbelalak dan harus bilang woowww,,ini masih di indonesia men,dan loe harus bangga jadi orang indonesia yang punya alam seindah ini.



 
Padang Savana jalur Sembalun 




Perasaan panas,capek,haus,beban carrier yang berat hilang seketika melihat keindahan yang di suguhkan di jalur sembalun ini,,sambil menikmati perjalanan mengagumi view yang kita lihat di selingi dengan candaan dan saling memberi semangat perjalanan pun terasa lebih nikmat, detik demi detik,menit demi menit,berkilo kilo meter pun berlalu tak terasa 3 jam sudah kita tracking dan sampailah kita di pos 1,

Mengistirahatkan diri sejenak,melepas rasa capek,bercengkrama dengan pendaki lain yang saat itu lagi istirahat juga di pos 1


Rehat dulu men..

Rasa capek sudah sedikit hilang,kita melanjutkan perjalanan lagi,track yang kita lalui masih sama yaitu padang savana,sejam kemudian kita sudah sampai di pos 2,memang jarak dari pos 1 dan 2 tidak terlalu jauh,karena di pos ini ada mata air kita sempatkan untuk sholat berjamaah terlebih dahulu,
Dengan tidak membuang buang waktu sehabis sholat kita langsung melanjutkan perjalanan kita untuk sampai di pos selanjutnya,track pun sudah mulai sedikit berbukit dan masih dengan padang savananya,perjalanan ini memang sangat melelahkan tapi beruntung punya team yang bisa saling support dan bisa menyemangati..

Dalam pendakian ini kita melakukannya dengan santai,seloww,woles atau kata orang jawa *alon alon asal kelakon* karena dalam team kita ada 2 orang cewek (Maya & Nani) dan 3 orang pendaki pemula (Aku,Vau Dan Helmy),Aku akui salut memang dengan ke dua cewek ini yang beda sama cewek2 di luaran sana yang kerjaannya cuma shoping,ke mall dan nyalon dan ngak akan mau berpanas panasan seperti ini.bagi loe yang suka jalan atau backpacking pasti lebih suka cewek yang memakai carrier kan dari pada cewek yang memakai high heel..??

Nih penampakannya,,setuju kan sama statement ku??


Bukit demi bukit kita lewati,kabut juga sudah mulai berdatangan hembusan angin sudah terasah sejuk di tubuh kita,Kita memang belum ada separuh jalan tak bisa di pungkiri rasa capek pun sedikit menghampiri kita,Si Helmy (Pak Bondan) yang awalnya sangat aktif untuk bercanda dan tertawa sudah mulai menghemat tertawanya,capek yaa pak bondan?? capek mana sama snorkling..hahaha *Candaan kita kita*

Kurang lebih 2 jam sudah kita tracking,tak lama kemudian sampailah kita di pos Extra (Bukan pos 3) lah trus pos 3 nya di mana?? di sinilah pembohongan publik di mulai atau bahasa kerennya PHP,karena sebelumnya kita browsing browsing hanya ada 3 pos sebelum pelawangan sembalun,
Kita putuskan untuk keluarkan sedikit logistik kita untuk menambah energi kita, kompor dan nesting di keluarkan,mulai buat minuman hangat untuk sedikit menghangatkan tubuh,dan 2 bungkus roti,milk dan selai untuk mengganjal perut kita,

Hari sudah mulai sore,setelah makan dan minum kita melanjutkan perjalanan kita lagi untuk ke pos 3,ternyata jarak dari pos Extra ke pos 3 tidak terlalu jauh,kurang dari 1 jam kita sudah sampai di pos 3,bertemu pendaki yang turun dari balikpapan,dan para warga lokal yang hendak memancing ke Segara Anak..

Pos 3 Sembalun

Sedikit info,dari pos 3 sebenarnya ada 2 jalur untuk menuju Pelawangan Sembalun,kalau ke kanan kita akan melewati 7 bukit penyesalan dan kalau ke kiri adalah bukit penyiksaan,
Kenapa jalur itu di kasih nama bukit penyesalan dan bukit penyiksaan..??
Akan kita jawab setelah sampai di Pelawangan sembalun okayy!!!

Sebelum berangkat kita sempatkan buat menambah cadangan air minum kita di sumber air yang ada di bawah pos 3,menyiapkan jaket dan headlamp kita karena udara juga sudah mulai dingin dan hari semakin sore,

Oiyaa kalau lewat jalur 7 bukit penyesalan di haruskan menyebrangi sungai jalur lahar dingin dan satu satu nya jembatan yang ada runtuh,sekarang hanya ada 1 jalur pilihan kita yaitu bukit penyiksaan,Are you ready ?? mari kita lanjutt kawan..

Tanjakan pertama kita di Bukit Penyesalan



Kurang lebih setengah 5 sore kita melanjutkan perjalanan.Track kali ini sudah mulai menanjak,sedikit demi sedikit kami menata langkah dan nafas kita,Leader kita Balen melangkah cepat di depan kita di ikuti dengan Anto,Aku,Vau dan Helmy lumayan di Belakang mereka,sedangkan Nani,Maya dan Zainal selaku Sweeper jauh di belakang kita,

Karena hari sudah mulai gelap,Balen Dan Anto sudah jauh di depan kita,karena maki juga pendaki pemula,untuk menghindari hal hal yang tidak di inginkan akhirnya kita ber 3 (Aku,Vau dan Helmy) putuskan untuk menunggu team yang ada di belakang (Nani,Maya dan Zainal)..sebungkus crakers aku keluarkan dari dalam carrier untuk sedikit menghilangkan rasa dingin sambil menunggu team yang ada di belakang dan ngak lama kemudian mereka pun datang,,

Hidupkan Headlamp,atur formasi,atur setrategi #emang mau maen bola cak pakek formasi dan strategi..hahaha...
Senja sudah berganti dengan malam,sekeliling sudah gelap bukit di depan sudah tak terlihat,hawa dingin sudah menusuk ke tulang,pelan pelan kita melangkahkan kaki merasakan bertambah beratnya carrier di pundak kita karena track semakin menanjak tidak lupa kami selalu saling menyemangati,sejam berjalan aku sedikit salah langkah dan jedarrrrr kaki ku kram menn,,carrier ku lepas,ku selonjorkan kaki,terasa kaku dan sakit,,counterpain mana counterpain,,,sedikit ku oleskan ke kaki ku dengan sedikit ku urut dengan di pandu Nani,Maya dan Zainal yang sudah expert naik gunung akhirnya sedikit demi sedikit rasa sakit pun ilang,Thanks kawan mari kita lanjut lagi..

Jam demi jam telah berlalu sudut kemiringan bukit semakin curam,tenaga kita banyak terkuras di sini,terbentuk formasi 2-2-2 kali ini Vau & Helmy di depan Aku & Nani di tengah dan Maya & Zainal di belakang saling mensupport satu sama lain.semakin lama semakin miring tanjakan yang kita lalui sampai kira-kira sudut kemiringannya mencapai 70derajat fiuhhh,,sedikit demi sedikit kita melangkah tak terasa kurang lebih 4 jam kita berjalan ujung bukit pun sudah mulai terlihat,secercah harapan dan semangat kembali menghampiri kita.

#Sedikit dialog ku dengan Madam (Nani)

Aku *Madam itu ujung bukit sudah kelihatan,Pelawangan ada di atas sana yaa
Madam *Mungkin iya Ndre,tinggal sedikit lagi semangattt..

Rasa capek pun ku singkirkan,berharat bukit di atas adalah pelawangan,sampai kurang lebih seratus meter sebelum ujung bukit,kita melihat masih ada bukit lagi setelah bukit ini #Bukit PHP. kebetulan juga Balen dan Anto sudah sampai di atas sana dan menyalakan headlamp mereka ke arah kita,perasaan ku buyar dan semangat ku langsung down seketika #Seperti habis di putusin pacar# karena sangat kecapean dan melihat Sinar Headlamp Belen yang jauh di atas kita sampai-sampai Zainal berhalusinasi kalau Headlamp nya Belen di kiranya bintang..hahaha

Setelah kita ber 6 berkumpul di atas bukit,ada sedikit perundingan yang memunculkan 2 opsi
1.kita buka tenda dan ngecamp di sini karena tempatnya cukup datar dan bisa didirikan tenda esok paginya kita melanjutkan perjalanan ke pelawangan
2.kita lanjutkan perjalanan pelan-pelan dengan kondisi kita yang cukup kecapean.
Akhirnya opsi 2 yang kita sepakati untuk melanjutkan perjalanan kita kembali,1 jam berjalan kondisi team kelihatan sudah tak kondusif lagi.langkah kita sudah tak seberingas di pagi hari,rasa capek menghinggapi semua team,Maya juga sudah mulai mual mual mau muntah,langkah Zainal sweeper kita juga mulai tak seimbang tiba-tiba dia terjatuh,kira-kira jam 10 malam,melihat kondisi seperti ini kita putuskan untuk segera mendirikan tenda dan  beristirahat.

Senter kanan kiri dan mencari ke atas juga kita tidak menemukan tempat yang datar buat mendirikan tenda,terpaksa akhirnya kita mendirikan tenda di kemiringan lereng bukit.1,2 tenda suah berdiri,Vau dan Maya dengan sigap memasak mie dan membuat minuman hangat untuk mengisi perut yang hampir kosong dan mengurangi rasa dingin yang ada di tubuh.setelah sesi makan dan mie bersama dan sholat dan tak lupa mengabari Balen dan Anto kalau kita terpaksa harus ngecamp di bawah..*Untung masih ada sinyal di sini*..lalu kami satu persatu masuk ke dalam tenda masing-masing untuk mengistirahatkan tubuh kita..
Selamat Malam Rinjanii


Perjalanan masih panjang,masih banyak cerita di part selanjutnya...